ANALISIS PERAN MANAJEMEN STRATEGI DAN MANAJEMEN OPERASIONAL UNTUK MUTU PENDIDIKAN

Peran manajemen strategi dan manajemen operasional ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pada proses pembelajaran di sekolah SMPN 13 Depok. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran dari manajemen strategi dan manajemen operasional baik dari input maupun output nya, yang terdiri dari input yang dalam kata pendidikan adalah bentuk staf yang berkualitas yang biasanya dipanggil dengan Guru dan ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah tersedia di sekolah tersebut dan tak lupa juga dengan sistem administrasinya yang baik, sedangkan untuk outputnya ini adalah hasil atau lulusan yang berkualitas di SMPN 13 Depok ini. Untuk mencapai hasil yang maksimal sangat diperlukan yang namanya suatu proses, dalam artikel ini saya menyebutnya dengan manajemen operasi. Untuk mencapai tujuan yang maksimal juga harus dipersiapkan strategi yang matang yang harus dikembangkan, sehingga kerja dilapangan akan lebih teratur dengan strategi yang sudah dikembangkan sebelumnya. Banyak sekali pakar manajemen yang mengatakan bahwa strategi dan manajemen operasi adalah dua hal yang saling berkaitan jika ingin mencapai suatu tujuan, dengan kata lain bila strategi manajemen yang tidak ditentukan dengan baik bisa berdampak pada operasi suatu tujuan dalam masa depan ataupun bisa sebaliknya.
Menurut pendapat saya, manajemen strategi adalah suatu ilmu yang menggabungkan fungsi-fungsi manajemen dalam rangka membuat sebuah keputusan organisasi secara strategis, yang berguna untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, dapat disimpulkan bahwa manajemen strategi adalah suatu seni dan ilmu dari suatu pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating), sedangkan untuk manajemen operasional itu sendiri adalah suatu ilmu yang erat kaitannya dengan pengelolaan input menjadi output sesuai dengan strategi yang direncanakan untuk memperoleh hasil yang diinginkan, misalnya dalam sebuah Universitas dosen, peralatan, dan staff merupakan input, maka outputnya adalah mahasiswa terdidik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada dan mengabdi kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Yang dilakukan dalam peneliti ini adalah dengan melakukan wawancara dengan pengurus studi kasus di SMPN 13 Depok, Jabar, pengumpulan data berbagai literasi artikel, jurnal, dan situs di internet yang berkaitan dengan fokus penelitian. Sumber data diperoleh dari data primer, yaitu studi lapangan di studi kasus di SMPN 13 Depok, Jabar. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber bahan pustaka yang berisi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan strategi pendidikan. Manajemen strategi dan manajemen operasional dalam bidang pendidikan dari dimensi strategi dapat dilihat dengan jelas bahwa dalam mengembangkan strategi yang mampu menjawab tujuan suatu organisasi, setiap strategi perlu memahami dan menguasai seluk beluk program yang sedang dijalankan atau dilaksanakan. Aspek internal yang dimulai dari konsep, tenaga pendukung, sarana yang dimiliki, biaya yang tersedia, struktur organisasi yang akan melaksanakan strategi, hasil yang telah dikembangkan kemudian diwujudkan menjadi strategi yang diperlukan agar tujuan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan digunakan pisau SWOT.
Proses manajemen strategi yang diungkapkan dalam karya ilmiah ini secara teoritis bukanlah hal yang mudah, akan tetapi dalam hal praktiknya (operasinya) melaksanakan proses yang sederhana ini merupakan pekerjaan yang sangat berat. Untuk mencapai suatu tujuan tentunya harus dibangun strategi yang matang, sehingga dalam operasi di lapangan akan lebih terkoordinasi dengan strategi yang sudah dibangun sebelumnya. Oleh sebab itu banyak pakar manajemen yang mengatakan bahwa manajemen strategi dan manajemen operasi adalah dua hal yang harus berhubungan jika ingin mencapai suatu tujuan, dengan kata lain manajemen strategi yang kurang baik tentukan akan menimbulkan dampak bagi operasi (pelaksanaan) suatu tujuan di masa depan, dan sebaliknya. Pembangunan dunia pendidikan saat ini membutuhkan manajer strategi dan operasi yang mampu mengidentifikasi apa yang harus dilakukan sekarang untuk meraih masa depan yang diharapkan, untuk itu manajer strategi dan operasi tersebut harus mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman dan tantangan yang ada saat ini,dan masa depan.