Analisis Struktur Biaya Produksi dan Unit Cost
“Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya produksi dan unit cost pada UKM Keripik Tempe di Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya produksi per bulan mencapai Rp 28.000.000 dengan output 20.000 bungkus keripik tempe, sehingga diperoleh unit cost sebesar Rp 1.400 per bungkus. Komponen biaya terbesar berasal dari bahan baku langsung (±43%), diikuti tenaga kerja langsung (±29%), overhead produksi (±18%), serta sewa dan penyusutan (±11%). Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengendalian biaya bahan baku dan peningkatan efisiensi produksi agar UKM mampu menentukan harga jual yang kompetitif sekaligus tetap menguntungkan.”
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berperan penting dalam perekonomian, baik dari segi penyerapan tenaga kerja, distribusi kekayaan, maupun inovasi lokal. Namun, UKM sering menghadapi tantangan berupa margin keuntungan yang tipis, fluktuasi harga bahan baku, dan ketidakstabilan permintaan. Salah satu kunci agar UKM tetap kompetitif dan berkelanjutan adalah pengendalian biaya produksi melalui analisis struktur biaya dan perhitungan unit cost secara tepat.
Struktur Biaya Produksi
Struktur biaya produksi merujuk pada komposisi berbagai jenis biaya yang dikeluarkan dalam proses menghasilkan suatu produk. Secara umum, dalam akuntansi biaya dan manajemen produksi, struktur biaya terdiri dari:
1. Biaya Bahan Baku Langsung (Direct Material Costs)
Biaya bahan utama yang digunakan untuk membuat produk, yang bisa diidentifikasi langsung ke unit produk.
2. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Costs)
Gaji / upah tenaga kerja yang langsung ikut dalam produksi dan bisa dihubungkan ke unit produk tertentu.
3. Overhead Produksi / Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead / Indirect Costs)
Termasuk:
~ Bahan penolong / pendukung
Tenaga kerja tidak langsung
Biaya pemeliharaan mesin
Listrik, air, sewa pabrik, penyusutan
Biaya operasional lain yang tidak langsung ke unit
4. Biaya Tetap (Fixed Costs)
Biaya yang jumlah totalnya tetap dalam jangka waktu tertentu, meskipun volume produksi berubah (misalnya sewa, gaji tetap, penyusutan). Per unit bisa berubah ketika volume berubah.
5. Biaya Variabel (Variable Costs)
Biaya yang berubah seiring dengan volume produksi (misalnya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung jika dibayar per unit, listrik yang tergantung pemakaian produksi).
Perhitungan Unit Cost
Unit cost (biaya per unit) adalah total biaya produksi dibagi jumlah unit yang diproduksi dalam periode tertentu. Ada metode‐metode yang sering digunakan, antara lain:
1. Full Costing: memasukkan semua unsur biaya (tetap & variabel, langsung & tidak langsung). Cocok jika ingin tahu keseluruhan biaya yang harus ditanggung untuk setiap unit produk.
2. Cost Standard / Biaya Standar + Varians: menetapkan biaya standar, kemudian membandingkan dengan biaya aktual untuk melihat penyimpangan (varians).
Dimana total biaya produksi = bahan baku langsung + tenaga kerja langsung + overhead pabrik (baik tetap maupun variabel).
Studi Kasus : UKM Keripik Tempe di Surabaya
UKM makanan ringan di Surabaya, khususnya keripik tempe, memiliki potensi pasar yang besar. Namun tantangan utamanya adalah biaya bahan baku kedelai yang fluktuatif dan persaingan harga. Oleh karena itu, analisis struktur biaya produksi dan unit cost sangat penting untuk menjaga efisiensi usaha.
Struktur Biaya Produksi
Komponen Biaya Jumlah (Rp)
Bahan Baku Langsung 12.000.000
Tenaga Kerja Langsung 8.000.000
Overhead Produksi 5.000.000
Sewa & Penyusutan 3.000.000
Total Biaya Produksi 28.000.000
Perhitungan Unit Cost
Dengan total produksi 20.000 bungkus keripik tempe dalam satu bulan:
Unit Cost = 28.000.000 / 20.000 = Rp 1.400 per bungkus
Artinya, biaya pokok per bungkus adalah Rp 1.400. Jika UKM ingin memperoleh margin laba 40%, maka harga jual minimal per bungkus adalah Rp 1.960 atau dapat dipatok sekitar Rp 2.000 per bungkus.
Analisis
- Bahan baku langsung mendominasi struktur biaya (±43%).
- Tenaga kerja langsung cukup besar (±29%).
- Overhead produksi (±18%) bisa ditekan dengan efisiensi energi.
- Sewa & penyusutan (±11%) stabil namun tetap perlu diperhitungkan.
Pengendalian Biaya Produksi
1. Bahan Baku: lakukan pembelian grosir langsung dari distributor kedelai.
2. Tenaga Kerja: gunakan sistem target produksi.
3. Overhead: perbaiki peralatan agar hemat minyak & gas.
4. Harga Jual: unit cost sebagai dasar harga minimal.
UKM berperan penting dalam perekonomian, namun sering menghadapi tantangan margin tipis dan biaya produksi yang fluktuatif. Analisis struktur biaya—meliputi bahan baku, tenaga kerja, dan overhead—serta pemisahan biaya tetap dan variabel menjadi kunci efisiensi. Melalui perhitungan unit cost dengan metode seperti full costing atau biaya standar, UKM dapat mengendalikan biaya, meningkatkan efisiensi, dan menjaga keberlanjutan usaha.
Ditulis oleh Fania Dia Andini (PE 2025 B)
Referensi :
● Mahagiyani, M. (2017). Analisis Struktur Biaya Produksi dan Unit Cost untuk Pengendalian Biaya Produksi (Studi Kasus pada UKM Keripik Tempe di Surabaya). ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/333219100_ANALISIS_STRUKTUR_BIAYA_PRODUKSI_DAN_UNIT_COST_UNTUK_PENGENDALIAN_BIAYA_PRODUKSI
● Jurnal Polibatam. (2017). Journal of Applied Managerial Accounting. https://jurnal.polibatam.ac.id/index.php/JAMA/article/view/512
● Putri, A. G., & Kusumastuti, E. D. (2017). Analisis Penerapan Biaya Standar terhadap Pengendalian Biaya Produksi. https://jurnal.polban.ac.id/ialj/article/download/3162/2617
● Wahyuni, I., dkk. (2020). Analisis Penerapan Target Costing Sebagai Sistem Pengendalian Biaya Produksi. https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/40220-Full_Text.pdf