Beasiswa Pendidikan Meringankan Tekanan Ekonomi Mikro
Tekanan ekonomi mikro yang dialami keluarga, seperti pengeluaran sehari-hari untuk pendidikan, fasilitas belajar, dan dukungan lainnya, menjadi salah satu hambatan utama dalam mendapatkan akses pendidikan yang setara. Banyak keluarga berpenghasilan rendah harus memilih antara memenuhi kebutuhan dasar atau membiayai pendidikan anaknya. Dalam situasi ini, beasiswa dan bantuan pendidikan sangat penting untuk mengurangi kesenjangan dan mencegah anak-anak putus sekolah.
Sebuah studi evaluasi program beasiswa di Zimbabwe menunjukkan bahwa bantuan keuangan bagi siswa kurang mampu tidak hanya meningkatkan jumlah pendaftar di sekolah, tetapi juga membantu keluarga agar konsumsi sehari-hari mereka tidak terganggu karena harus mengorbankan biaya hidup demi pendidikan anak. Di Indonesia, penelitian berjudul Why are low-income eligible students reluctant to apply for financial aid? An empirical study from Central Java, Indonesia (2025) menemukan bahwa meskipun ada bantuan pendidikan dari pemerintah, banyak siswa dari keluarga miskin enggan mengajukan bantuan tersebut karena kurangnya informasi, rasa malu, atau anggapan bahwa mereka tidak memenuhi syarat.
Di Kalimantan Timur, studi Efektivitas Beasiswa Pendidikan dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (2025) membuktikan bahwa beasiswa secara nyata memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga berpenghasilan rendah dan mengurangi beban biaya yang selama ini menjadi kendala.
Namun, pelaksanaan bantuan pendidikan juga menghadapi berbagai kendala. Penelitian Evaluasi Kebijakan Pembiayaan Pendidikan Tinggi: Implikasi bagi Kesetaraan Sosial (2025) menyebutkan bahwa meskipun kebijakan seperti UKT, BOPTN, dan KIP-Kuliah bertujuan mengurangi kesenjangan, masih ada masalah distribusi sumber daya yang tidak merata, kurang transparansi dalam proses seleksi, serta efektivitas pelaksanaan yang perlu diperbaiki dari sisi administrasi dan pengawasan. Hambatan struktural dan sosial-ekonomi, seperti kesulitan memenuhi persyaratan dokumen, biaya tambahan yang tidak resmi, dan transportasi ke tempat studi, masih menjadi beban tambahan bagi keluarga. Oleh karena itu, meskipun beasiswa dan bantuan pendidikan dapat meringankan beban ekonomi, agar dampaknya maksimal perlu ada perbaikan regulasi, manajemen pelaksanaan, serta penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi.
Singkatnya, beasiswa dan bantuan pendidikan berperan penting dalam mengurangi tekanan ekonomi mikro keluarga dengan menurunkan biaya pendidikan dan memudahkan akses ke sekolah atau fasilitas belajar. Bantuan ini juga membantu menjaga stabilitas konsumsi keluarga sehingga mereka tidak harus memilih antara pendidikan dan kebutuhan dasar, serta meningkatkan motivasi dan peluang masa depan anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Agar program ini efektif, perlu dirancang dengan sasaran yang jelas, distribusi yang adil, dan dilengkapi dengan dukungan non-keuangan seperti informasi dan motivasi.
Ditulis oleh Adinda Azale (PE 2025 D)
Referensi :
Efektivitas Beasiswa Pendidikan dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Tinggi
bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kalimantan Timur (2025) – Nusantara
Innovation Journal.
Mutevere, M., Dzinamarira, T. R., Muzenda, L., Nyoka, S., Chokudinga, V.,
Mugoniwa, T., ... & Dzinamarira, T. (2024). Empowering underprivileged
students beyond financial aid: Insights from a scholarship program's monitoring
and evaluation. Evaluation and Program Planning, 105, 102448.
Mulyaningsih, T., Miranti, R., Dong, S., & Suryandari, R. T. (2025).
Why are low-income eligible students reluctant to apply for financial aid? An
empirical study from Central Java, Indonesia. Asia Pacific Education Review,
26(1), 247-261.
WIlfridus, N., Ahmad, M., & Rochimah, H. (2025). EVALUASI KEBIJAKAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN TINGGI: IMPLIKASI BAGI KESETARAAN SOSIAL. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 240-256.
Gambar : https://chatgpt.com/s/m_68c9767239448191bd8d6fa6ae330003