Dampak Krisis Inflasi Terhadap Kelangsungan Usaha Mikro

Indonesia merupakan negara berkembang yang sangat menyadari akan pentingnya pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan negara. Pertumbuhan ekonomi menjadi tolak ukur dalam keberhasilan pembangunan suatu negara. Negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat setiap tahunnya menunjukkan pembangunan yang positif dan berkelanjutan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten dapat menunjukkan bahwa negara tersebut mampu meningkatkan produksi barang maupun jasa, meningkatkan lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan perkapita secara berkelanjutan.
Ada berbagai sektor yang menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu negara, yaitu sektor formal dan sektor informal. Dalam sektor informal merujuk pada usaha kecil yang tidak diatur oleh pemerintah. Usaha kecil dengan modal, ruang lingkup dan pengembangan yang terbatas, serta sering kali dilakukan individu atau kelompok kecil yang seringkali tidak terdaftar dalam data resmi ekonomi. Salah satu sektor informal adalah dengan mendirikan usaha sendiri atau mendirikan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah sebuah usaha yang dimiliki perorangan, rumah tangga ataupun badan usaha dalam skala ukuran kecil. UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat dan menjadi sumber pendapatan sebagian besar masyarakat Indonesia.
UMKM memiliki potensi terkena dampak dari inflasi. Inflasi sendiri adalah kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara terus menerus yang mengakibatkan turunnya daya beli mata uang suatu negara. Tingkat inflasi yang tinggi dan tidak stabilnya ekonomi suatu negara merupakan cerminan dari ketidak stabilan perekonomian suatu negara yang berakibat pada naiknya harga barang dan jasa secara terus menerus, dan menyebabkan naiknya tingkat kemiskinan. Karena naiknya harga barang dan jasa menyebabkan masyarakat yang dulunya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi tidak dapat menenuhi kebutuhannya. Dengan ini menyebabkan naiknya tingkat kemiskinan dan inflasi akan mengalami fluktuasi.
Di sisi lain inflasi juga sangat berdampak pada UMKM, dengan terjadinya inflasi menyebabkan penurunan omset pendapatan UMKM, karena naiknya harga kebutuhan yang tidak stabil. Hal ini dapat terjadi karena menurunya daya beli konsumen yang disebabkan oleh naiknya harga barang dan jasa sehingga daya beli konsumen cenderung menurun. Semakin tinggi tingkat inflasi, maka semakin rendah daya beli masyarakat, dan sebaliknya semakin rendah tingkat inflasi, maka semakin tinggi daya beli masyarakat.
Dengan adanya inflasi tidak hanya menyebabkan turunnya daya beli masyarakat tapi juga menyebabkan naiknya biaya produksi sehingga menyebabkan turunya omset pendapatan karena adanya kenaikan harga yang tidak stabil apalagi jika harga jual tidak disesuaikan dengan biaya produksi yang dikeluaran. UMKM akan mengalami kesulitan dalam menentukan harga jual yang sesuai selama inflasi. Dengan penetapan harga jual yang tidak sesuai akan berdampak pada menurunnya pendapatan karena kehilangan banyak konsumen.
UMKM juga tidak bisa mengontrol daya beli masyarakat yang terjadi karena naiknya harga barang dan jasa lainnya. Belum lagi jika UMKM menggunakan modal yang berasal dari pinjaman yang sangat terkait dengan kondisi suku bunga pinjaman yang sangat rawan dengan keadaan ekonomi makro. Selama inflasi bank cenderung menaikkan suku bunga guna menstabilkan perekonomian. Sehingga menyebabkan biaya pinjaman akan meningkat dan UMKM yang mengandalkan pinjaman untuk usaha akan kesulitan. Jika dibiarkan secara terus-menerus dapat berdampak buruk terhadap UMKM yang dapat menyebabkan kemungkinan para pelaku UMKM gulung tikar dan menyebabkan naiknya angka tingkat pengangguran.
UMKM sering mengalami berbagai kendala diantaranya yang berhubungan dengan akses pasar dan juga modal, dimana modal sering menjadi masalah utama yang dihadapi oleh UMKM. Dengan adanya masalah ini pemerintah seharusnya memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM untuk melakukan pinjaman modal usaha. Pemerintah seharusnya memberikan pinjaman secara merata dan dengan bunga yang tidak tinggi agar dapat mempertahankan produktivitas dan kinerja UMKM di tenggah masalah inflasi seperti melalui Kredit Usaha Kerja.
Dampak inflasi pada kelangsungan UMKM di Indonesia tidak dapat diabaikan, karena UMKM yang memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat secata langsung juga terpengaruh oleh adanya inflasi. Inflasi yang meyebabkan turunnya daya beli masyarakat berakibat pada menurunnya pendapatan UMKM. Untuk mengatasi inflasi diperlukan upaya bersama baik dari pemerintah maupun masyarakat. Pemerintah harus memberikan dukungan dengan hal akses modal dan bantuan keuangan lainnya agar UMKM dapat bertahan di tenggah kondisi inflasi. UMKM juga perlu meningkatkan ketrampilan manajerial ekonomi serta meningkatkan inovasi untuk meningkatkan daya saing. Dengan kerjasama dari berbagai pihak, UMKM akan dapat mengatasi berbagai tantangan inflasi yang berdampak buruk pada perekonomian.
Ditulis oleh Annida Nuril Asna (PE 2023 B)
Referensi :
Alamsyah, E. B., & Arinsa, Y. C. (2021). Pengaruh Inflasi Terhadap Kestabilan Dan Eksistensi Usaha Ekonomi Mikro. Yos Soedarso Economic Journal (YEJ), 3(1), 53-74.
Romadhoni, D., Amril, A., & Emilia, E. Analisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi dan suku bunga terhadap pertumbuhan UMKM di Provinsi Jambi.
Yenni Del Rosa, I. (2019). Pengaruh Inflasi Dan Suku Bunga Terhadap Omset Umkm Kota Padang. Jurnal Menara Ekonomi: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi, 5(3).
Salim, A., Fadilla, F., & Purnamasari, A. (2021). Pengaruh Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah, 7(1), 17-28.
https://www.freepik.com/free-photo/close-up-people-wearing-masks_13130733.htm#fromView=search&page=1&position=38&uuid=394af7e6-62e7-4324-a330-e356e9919ebb