Dampak Program Gratis Ongkir terhadap Perilaku Konsumen dalam E-Commerce
Pertumbuhan pesat e-commerce dalam beberapa tahun terakhir, yang dipercepat oleh pandemi COVID-19, telah mengubah secara fundamental perilaku pembelian konsumen. Salah satu faktor signifikan yang mendorong perubahan ini adalah penerapan program gratis ongkir, yang terbukti memiliki dampak yang mendalam pada perilaku konsumen. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi pengaruh program gratis ongkir terhadap keputusan pembelian konsumen, pembelian impulsif, loyalitas pelanggan, dan kepuasan keseluruhan dengan pengalaman berbelanja online.
1. Peran Gratis Ongkir dalam Keputusan Pembelian Konsumen
Gratis ongkir telah menjadi salah satu alat promosi yang paling efektif dalam e-commerce. Penelitian oleh Tusanputri dan Amron (2021) menunjukkan bahwa ketersediaan program gratis ongkir secara signifikan meningkatkan kemungkinan konsumen untuk menyelesaikan pembeliannya. Persepsi bahwa biaya pengiriman dihilangkan dianggap sebagai tambahan nilai yang penting, menciptakan rasa lega finansial bagi pembeli. Ini sangat penting di pasar seperti Indonesia, di mana konsumen sangat sensitif terhadap biaya tambahan seperti ongkir (Tusanputri & Amron, 2021).
Serupa dengan temuan ini, Rabbani et al. (2023) mengonfirmasi bahwa program gratis ongkir merupakan faktor utama dalam keputusan pembelian konsumen di platform seperti Shopee. Studi mereka menyoroti bahwa ketika konsumen diberi keuntungan gratis ongkir, kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian menjadi lebih tinggi, terlepas dari harga produk. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa biaya pengiriman adalah faktor yang sangat mempengaruhi perilaku belanja online, menjadikan program gratis ongkir sebagai keunggulan kompetitif bagi bisnis e-commerce.
2. Dampak Psikologis Gratis Ongkir terhadap Perilaku Konsumen
Dampak psikologis dari program gratis ongkir terlihat dalam keterlibatan konsumen dan pembelian impulsif. Ervina et al. (2024) menemukan bahwa penghematan yang dirasakan terkait dengan gratis ongkir sering kali mendorong konsumen untuk melakukan pembelian spontan. Gagasan tentang mendapatkan diskon dari biaya pengiriman dapat memicu emosi positif, yang mendorong konsumen untuk membeli produk yang mungkin mereka ragu beli sebelumnya.
Selain itu, Kurniawati dan Ariyani (2022) menyarankan bahwa gratis ongkir bertindak sebagai alat yang efektif untuk menarik pelanggan baru. Dalam pasar yang sangat kompetitif seperti Shopee, program gratis ongkir membantu meningkatkan visibilitas dan membuat platform lebih menarik bagi pembeli potensial. Akibatnya, persepsi tentang nilai tambah dari penghematan ongkir ini menghasilkan loyalitas dan keterlibatan pelanggan yang lebih besar.
3. Gratis Ongkir Sebagai Strategi untuk Retensi Konsumen
Gratis ongkir tidak hanya membantu menarik pelanggan baru, tetapi juga berperan penting dalam mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Lay et al. (2022) menekankan bahwa selama pandemi COVID-19, platform e-commerce menggunakan gratis ongkir sebagai alat untuk melibatkan konsumen yang semakin bergantung pada belanja online. Strategi ini tidak hanya membedakan platform dari pesaing, tetapi juga memperkuat loyalitas pelanggan melalui penghematan yang dirasakan pada biaya pengiriman.
Kombinasi gratis ongkir dengan strategi pemasaran digital lainnya, seperti flash sale atau diskon pribadi, semakin memperkuat hubungan pelanggan. Konsumen lebih cenderung kembali ke platform yang secara konsisten menawarkan promosi menarik, sehingga pentingnya program gratis ongkir dalam membangun loyalitas jangka panjang semakin jelas (Rashid & Rasheed, 2024).
4. Efisiensi Operasional di Balik Program Gratis Ongkir
Meskipun gratis ongkir menawarkan manfaat signifikan bagi konsumen, program ini juga memerlukan efisiensi operasional bagi platform e-commerce. Menurut Mursidi et al. (2024), platform harus mengoptimalkan layanan logistik dan pengiriman untuk mengelola dampak finansial dari program gratis ongkir tanpa mengorbankan margin keuntungan. Manajemen logistik yang efisien memastikan bahwa gratis ongkir dapat dipertahankan sambil mempertahankan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan yang tinggi.
Rashid dan Rasheed (2024) lebih lanjut menjelaskan pentingnya menyeimbangkan biaya pengiriman dengan kualitas layanan. Mereka berpendapat bahwa platform e-commerce yang dapat mengelola biaya ini secara efektif sambil tetap menawarkan gratis ongkir, akan mencapai tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi dan mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar.
5. Preferensi Konsumen: Gratis Ongkir vs. Keberlanjutan
Meskipun keberlanjutan semakin penting dalam pengambilan keputusan konsumen, Villa et al. (2023) mencatat bahwa preferensi untuk gratis ongkir sering kali lebih diutamakan daripada faktor lain seperti opsi pengiriman ramah lingkungan. Konsumen menunjukkan preferensi yang kuat terhadap gratis ongkir, meskipun harus mengorbankan praktik yang lebih berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun keberlanjutan menjadi semakin signifikan, kemampuan untuk menyediakan gratis ongkir tetap menjadi keuntungan kompetitif utama di dunia e-commerce.
6. Perubahan Pasca-Pandemi dalam E-Commerce: Gratis Ongkir Sebagai Harapan Standar
Pandemi COVID-19 telah bertindak sebagai katalisator untuk penerapan program gratis ongkir yang luas. Seperti yang dicatat oleh Tsai dan Chang (2022), kebiasaan konsumen yang berubah selama pandemi menyoroti pentingnya menawarkan model harga pengiriman yang fleksibel, termasuk ambang batas gratis ongkir, untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang yang lebih banyak berbelanja online selama lockdown dan seterusnya.
Di era pasca-pandemi, gratis ongkir telah menjadi harapan standar bagi banyak konsumen. Platform e-commerce yang gagal menawarkan gratis ongkir mungkin akan kesulitan bersaing, karena konsumen sekarang menganggapnya sebagai bagian mendasar dari pengalaman belanja online.
7. Dampak Program Gratis Ongkir dalam E-Commerce
Kesimpulannya, program gratis ongkir memiliki dampak signifikan dan berkelanjutan terhadap perilaku konsumen dalam e-commerce. Program ini tidak hanya mempengaruhi keputusan pembelian tetapi juga meningkatkan loyalitas pelanggan, mendorong pembelian impulsif, dan meningkatkan kepuasan keseluruhan dengan pengalaman berbelanja online. Penggunaan strategis gratis ongkir, yang dipadukan dengan pemasaran yang efektif dan praktik operasional yang efisien, memungkinkan platform e-commerce untuk beradaptasi dengan preferensi konsumen dan berkembang dalam pasar yang semakin kompetitif.
Sebagaimana disoroti oleh Rabbani et al. (2023) dan Tusanputri dan Amron (2021), keberhasilan gratis ongkir terletak pada kemampuannya untuk menciptakan nilai yang dirasakan dan meningkatkan keterlibatan konsumen. Platform e-commerce yang memanfaatkan gratis ongkir secara efektif akan terus mendominasi pasar, meningkatkan penjualan, dan memastikan kepuasan pelanggan di masa depan.
Ditulis oleh Tim Web
Referensi :
Andriani, S., & Yolanda, Å. (2021). Celebrity endorsement di instagram – tears model : perilaku pembelian konsumen di masa pandemi covid 19. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 6(2), 1-10. DOI
Dewi, A. (2022). Optimalisasi aplikasi e-commerce shopee food sebagai media pemasaran umkm di masa pandemi covid 19. Jurnal Riset Manajemen Dan Bisnis, 16(2), 77. DOI
Ervina, G., Simanjorang, E., & Siregar, N. (2024). Effects of cashback, flash sale, and free shipping on impulsive buying at shopee marketplace. Jurnal Alwatzikhoebillah Kajian Islam Pendidikan Ekonomi Humaniora, 10(1), 61-72. DOI
Kurniawati, A., & Ariyani, N. (2022). Strategi promosi penjualan pada marketplace shopee. Propaganda, 2(1), 65-79. DOI
Mursidi, A., Mahyudin, W., & Lee, U. (2024). Examining the influence of product quality, service quality, and delivery performance on generation y’s online shopping satisfaction: the mediating role of perceived security. epibaf, 11(1), 307-323. DOI
Pahmi, M., Ayob, A., & Suprayitno, G. (2022). Review: dampak disrupsi ict dan covid 19 terhadap perubahan perilaku konsumen dan digital e-commerce di indonesia. Jenius Jurnal Terapan Teknik Industri, 3(1), 22-32. DOI
Rabbani, M., Hermawan, J., Utomo, K., Gunawan, R., & Wijaya, T. (2023). Does free shipping affect purchasing decisions in e-commerce in indonesia?. Indonesian Journal of Computer Science, 12(1). DOI
https://www.freepik.com/free-photo/front-view-employee-delivery-service_6936316.htm#fromView=search&page=1&position=16&uuid=7f49421f-a2c5-4407-8dce-4956ad50246c&query=kurir+paket