Kenaikan Harga Beras di Pasar Menimbul Keresahan Masyarakat

Para pedagang di pasar dan pemerintah bidang pertanian mengatakan naiknya harga beras yang terjadi empat bulan terakhir hingga dengan harga Rp14.000 per kilogram untuk beras medium dan Rp18.000 per kilogram untuk beras premium hal ini disebut sebagai kenaikan harga beras tertinggi dalam sejarah.naiknya harga beras membuat banyak masyarakat yang merelakan dirinya untuk mengantri dalam waktu yang cukup lama demi mendapatkan beras dengan harga murah, kenaikan ini disebabkan oleh adanya El Nino dan juga keterlambatan panen, penyebab lain juga muncul dikarenakan meniru jumlah panen pada tahun 2023 yang mencapai 1 juta ton hal ini diperkirakan akan tetap terjadi hingga bilang April mendatang. Maka dari itu wakil Menteri perdagangan mengatakan bahwa pihak mereka siap melakukan langkah yang strategis untuk sebagai penanganan seperti mengawasi pasar dan memantau para padangan untuk menjaga harga beras tetap stabil
Kenaikan harga ini juga menjadi salah satu penyebab keresahan warga, dikarenakan mereka harus tetap membeli untuk memenuhi kebutuhan pangan walaupun dengan harga tinggi, dari adanya kejadian ini masyarakat berharap agar pemerintah segera memberi tindakan cepat untuk mengatasi kenaikan yang semakin tinggi dikarenakan sebentar lagi akan memasuki bulan puasa, masyarakat juga mengkhawatirkan kondisi pada saat pembayaran zakat fitrah ketika harga Beras tidak juga kunjung menurun namun salah satu instansi memberikan pengertian bahwasanya takaran pada pembayaran zakat fitrah nanti akan tetap sama dan tidak akan menunjukkan kenaikan harga yang terlalu tinggi.
Dari kejadian ini pihak bank Indonesia juga ikut angkat bicara bahwasanya harga beras semakin hari semakin meroket Pihak BI juga mengadakan survei untuk memantau kenaikan harga, Ibu Aida S Budiman yang berpangkat sebagai gubernur BI memberikan contoh bahwasanya kenaikan harga beras di beberapa daerah yang ada di Jawa timur sudah mencapai harga Rp.15.000 per kilogram sedangkan di wilayah lain mencapai Rp.18.000 per kilogram. selain itu direktur BI juga memaparkan dampak Yang ditimbulkan oleh kenaikan beras ini pada inflasi. Dihitung dari bulan Januari lalu beras sudah memberikan kontribusi Sebesar 0,64 persen terhadap inflasi sehingga hal ini menyebabkan komponen inflasi volatile meningkat pada angka 7,22 persen
Untuk menangani permasalahan pada meningkatnya harga beras pemerintah memberi penanganan utama berupa Penguatan Cadang Beras Pemerintah (CBP) yang akan diturunkan pada bulan Januari dengan catatan sebanyak 1,2 kita ton di mana pemerintah memperkirakan bahwa cadangan ini mampu memenuhi kebutuhan nasional, selain itu pemerintah juga menyalurkan beras murah(SPHP) ke pasar-pasar setra memberikan bantuan beras kepada warga kurang mampu yang akan dilangsungkan selama bulan Januari hingga Maret kemudian berlanjut hingga April sampai ke bulan Juni. Upaya lain yang diberikan pemerintah adalah pemberian bantuan berupa sembako kepada masyarakat miskin namun sangat disayangkan masih banyak warga renta yang tidak menerima bantuan tersebut kebanyakan dari bantuan yang telah disalurkan pemerintah memiliki potensi salah sasaran dimana kebanyakan masyarakat yang menerima bantuan tersebut adalah masyarakat tingkatan kelas menengah keatas.
Dampak dari kenaikan harga beras ini juga diperkirakan akan mempengaruhi anggaran alokasi zakat fitrah, namun dalam hal ini kemenag memberikan keputusan bijak berupa penetapan pembayaran zakat pada angka 2,5 kg selain itu masyarakat biasanya juga memberikan hitungan tersendiri dengan membulatkan menjadi 2.7 kg dengan harga jual sebesar Rp. 43.000, kemenag juga sudah memastikan bahwa harga beras yang akan dipergunakan untuk zakat akan tetap stabil dengan harga Rp. 17.000 per kilogram dengan takaran medium sehingga masyarakat tidak perlu cemas akan kualitas beras yang dibeli.
Atas adanya kejadian ini banyak lembaga dan instansi yang mencoba memberi solusi dan penanganan, salah satunya upaya yang dilakukan oleh pihak. Dinas ketahanan pangan di Sulawesi barat yang berkerja sama dengan Bulog mereka mengadakan GPM (gelar pangan murah) untuk membantu masyarakat miskin Agar tetap bisa menjangkau pembelian kebutuhan sehari-hari, dengan cara memberikan harga dibawah harga jual pasar. Kepala dinas berharap upaya ini dapat mengatasi gejolak harga beras dan mampu memahami keterbatasan kemampuan warga dalam membeli kebutuhan
Ditulis oleh Hikmatul Ainiyah (PE 2023 B)
Referensi :
https://www.freepik.com/free-photo/high-angle-bag-with-rice-grains-arrangement_25128815.htm#fromView=search&page=1&position=4&uuid=29dd1c2d-05aa-4052-b73e-b2fcd21b3dec