Manajemen keuangan untuk Gen-Z

Manajemen keuangan adalah suatu proses untuk mencapai tujuan keuangan seseorang melalui manajemen keuangan yang terintegrasi dan terencana. Dengan menggunakan variabel-variabel yang sudah diketahui untuk memprediksi pendapatan masa depan,aset,dan rencana penarikan. Perencanaan keuangan sendiri mencakup anggaran yang mengatur keuangan pribadi dan mencakup serangkaian langkah dan tujuan untuk masa depan.
Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya maka generasi milenial cenderung lebih boros,menabung lebih sedikit,dan kurang peduli dengan investasi masa depan. Hal ini beresiko finansial bagi mereka di masa depan. Dibandingkan dengan Baby boomers dan Gen Z memiliki karakteristik dan gaya hidup yang lebih dinamis, kreatif, melek teknologi, dan pragmatis. Hal berbeda dengan baby boomers dan Gen Z yang lebih idealis dan konservatif, termasuk dalam pengelolahan keuangan. Gen Z baru lulus masih dalam perencanaan keuangan. Salah satu strategi yang efektif agar mereka terhindar dari utang dan investasi bodong adalah menabung. Bagi Gen Z menabung dapat menghindar dari hidup boros, berfoya-foya, atau menghamburkan uang yang dapat terjadinya utang.
Ada 5 tujuan prioritas bagi Gen Z mulai dari dana darurat, investasi, dana pensiun, membayar utang , dan menabung untuk barang tertentu. Dalam investasi menurut Gen Z menganggap bahwa investasi itu sebuah jaminan untuk keamanan finansial di masa depan mereka dan memiliki ketertarikan tinggi dalam investasi untuk masa depan.
Strategi mengelolah keuangan Gen Z dengan 4 tips:
A. Akses literasi keuangan digital untuk Gen Z
Gen Z memanfaatkan untuk meningkatkan literasi keuangan mereka. Gen Z dapat mempelajari tentang keuangan secara umum,cara mengelolah keuangan, cara berinvestasi, asuransi, menggunakan perbankan online, e-wallet, atau belajar investasi yang terpecaya.
B. Tambah pengahasilan dengan skill baru :
Gen Z memiliki peluang emas untuk mengoptimalkan keuangan mereka. Mereka dapat memanfaatkan kursus online untuk meningkatkan keterampilan baru seperti coding,desaign,virtual asisten,dan lainnya.
C. Berpikir jangka panjang.
Gen Z harus berpikir panjang dalam mengelola keuangan mereka.mereka mempertimbangkan dampak finansial jangka panjang dari keputusan uang mereka dan menghindar dampak negatif pada keuangan masa depan mereka.
D. Mengoptimalkan pendapatan.
Gen Z tampak lebih mandiri dan berusaha mengoptimalkan pendapatan mereka dan mereka dapat melalui pekerjaan paruh waktu,proyek lepas, atau menjalankan bisnis online.
Manfaat manajemen keuangan.
1. Membantu individu dan organisasi dalam perencanaan keuangan dengan baik.
2. Membantu individu dan organisasi dalam perolehan dana.
3. membantu individu dan organisasi dalam memanfaatkan mengalokasikan dana yang di terima atau diperoleh secara efektif.
4. Membantu meningkatkan profitabilitas.
5. Membantu individu atau organisasi dalam membuat keputusan keuangan yang paling penting.
6. Mendorong diri untuk lebih bijak dalam perencanaan dan penggunaan uang.
Kesimpulan
Gen Z memiliki perilaku keuangan yang berbeda dari generasi lainnya.mereka lebih cenderung membeli barang yang dibutuhkan daripada mengalokasikan pengeluaran tetap,seperti yang dilakukan generasi Y. Gen Z juga memiliki tingkat penggunaan teknologi yang lebih tinggi,yang mempengaruhi cara mereka mengelola keuangan. Mereka lebih mungkin menggunakan alat pembayaran non tunai dan memiliki lebih sedikir kesadaran tentang pentingnya perencanaan keuangan. Hal ini dapat disebebkan oleh pola pikir yang lebih instan dan kurangnya pemahaman tentang keuangan yang lebih jangka panjang. Dalam beberapa hal, perilaku keuangan Gen Z dapat dianggap sebagai tantangan bagi mereka sendiri dan bagi masyarakat,karena mereka cenderung memiliki risiko keuangan yang lebih besar di masa depan jika tidak memiliki strategi pengelolaan keuangan yang seimbang.
Ditulis oleh Sima Nur Izzati Al-anfa (PE 2023 C)
Referensi :
https://www.freepik.com/free-photo/man-calculating-monthly-savings_5566642.htm#fromView=search&page=1&position=27&uuid=ec3c325f-bc91-4a6f-82f1-bf7d591be7ae