Memahami Contextual Teaching and Learning (CTL)

Bagi seorang guru tentu saja
sudah tidak asing dengan model pembelajaran. Model pembelajaran merupakan suatu
cara atau teknik penyajian yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Model pembelajaran ini
digunakan oleh guru sebagai pedoman dalam merancang proses pembelajaran yang
efektif dan menyenangkan bagi peserta didik. Oleh karena itu guru harus dapat
mengembangkan model-model pembelajaran sebagai suatu kewajiban yang
dipersiapkan guru mencapai keberhasilan dan proses pembelajaran yang
berkualitas. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dianjurkan dalam penerapan
kurikulum tingkat satuan pendidikan yaitu model pembelajaran Contextual Teaching
and Learning (CTL).
Apa itu model pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL)?
Model pembelajaran Contextual
Teaching and Learning (CTL) merupakan model pembelajaran yang bertujuan
membantu peserta didik memahami materi ajar dengan cara menghubungkan
pengetahuan dengan dunia nyata. Contextual Teaching and Learning (CTL)
menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan penerapan
pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
A. Pengertian Model Pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL) Menurut Para Tokoh
Menurut Apriani
(2018: 84),
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu
guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa
dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Karakteristik Pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL)
1. Making meaningful learning
(membuat pembelajaran bermakna)
- Siswa dapat memposisikan dirinya sebagai seorang pembelajar yang aktif
dalam mengembangkan minatnya baik secara Mandiri maupun dalam sebuah serta
menjadi orang yang dapat belajar sambil berbuat/ praktik (learning by doing).
2. Doing significant work
(melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan)
- Siswa menghubungkan antara pengetahuan yang didapat di sekolah dan
berbagai konteks dalam kehidupan nyata sebagai anggota masyarakat.
3. Self-regulated learning
- Siswa dapat menjadi individu yang mengatur dan mengendalikan proses
belajarnya sendiri termasuk menentukan apa yang ingin dipelajari, strategi
untuk mencapai tujuan belajar, dan mengevaluasi hasil belajar.
4. Collaborating
- Siswa dapat bekerja sama di mana guru membantu siswa bekerja secara
efektif dalam kelompok dan membantu mereka memahami untuk saling mempengaruhi
dan saling berkomunikasi.
5. Critical and creative thinking
- Siswa dapat menggunakan kemampuan berpikir yang lebih tinggi secara
kritis dan kreatif untuk menganalisis membuat sintesis dan memecahkan masalah
serta membuat keputusan dengan menggunakan logika dan disertai bukti-bukti yang
dapat memperkuat.
6. Nurturing the individual
- Siswa dapat menjadikan dirinya sebagai pribadi yang memiliki harapan
dan motivasi yang tinggi serta memperkuat dirinya sendiri.
7. Reaching high standards
- Siswa mengenal dan mencapai standar yang tinggi sehingga siswa
didorong dan dimotivasi untuk mencapai standar yang tinggi dalam meningkatkan
pengetahuan dan keterampilannya.
8. Using authentic assessment
- Penggunaan berbagai penilaian berdasarkan kemampuan yang dimiliki
siswa dengan menggunakan berbagai sistem yang dapat dipertanggungjawabkan.
C. Sintaks Model Contextual
Teaching and Learning (CTL)
1. Pemusatan Perhatian dan
Motivasi
- Menarik perhatian siswa dan membangkitkan motivasi mereka untuk
belajar.
- Menjelaskan tujuan pembelajaran dan memberikan arahan yang jelas.
- Memberikan contoh dan ilustrasi untuk membantu pemahaman.
2. Pertanyaan yang Membimbing
- Menggali pengetahuan dan pengalaman siswa.
- Membimbing siswa untuk menemukan jawaban dan solusi.
- Mengarahkan siswa untuk mengembangkan pemahaman dan generalisasi.
3. Komunitas Belajar yang Aktif
- Mendorong partisipasi semua siswa dalam belajar kelompok atau
individu.
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas dan proyek
bersama.
4. Penyelidikan dan Penemuan
- Mendorong siswa untuk mengidentifikasi masalah dan pertanyaan.
- Membimbing siswa untuk melakukan investigasi dan menemukan jawaban.
- Membantu siswa untuk membangun pemahaman melalui proses penemuan
mandiri.
5. Konstruksi Pengetahuan
- Membantu siswa membangun pemahaman mereka sendiri.
- Membimbing siswa dalam mengkonstruksi konsep dan aturan melalui
pengalaman belajar.
6. Refleksi dan Tindak Lanjut
- Mendorong siswa untuk meninjau dan meringkas apa yang telah mereka pelajari.
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk merenungkan pembelajaran
mereka.
- Membantu siswa untuk mengembangkan rencana tindak lanjut untuk
pembelajaran lebih lanjut.
7. Penilaian Autentik
- Melakukan penilaian terhadap proses belajar siswa.
- Melakukan penilaian objektif untuk mengukur pencapaian pembelajaran.
D. Kelebihan dan Kekurangan (CTL)
1. Kelebihan CTL
a. Suasana Belajar yang Menyenangkan
- CTL menciptakan suasana belajar yang
aktif dan interaktif.
- Siswa terlibat secara aktif dalam
proses pembelajaran dan merasa lebih antusias.
b. Kesadaran Terhadap Lingkungan
- CTL mendorong siswa untuk belajar dari
lingkungan sekitarnya.
- Hal ini meningkatkan pemahaman dan
kepedulian siswa terhadap lingkungan.
c. Kepercayaan Diri
- CTL memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mengungkapkan ide dan pengalaman mereka.
- Hal ini meningkatkan kepercayaan diri
siswa dalam berkomunikasi.
d. Kesiapan Menghadapi Tantangan
- CTL membantu siswa belajar memecahkan
masalah dan beradaptasi dengan situasi baru.
- Hal ini mempersiapkan siswa untuk
menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan nyata.
2. Kekurangan CTL
a. Tuntutan Keahlian Guru
- Guru perlu memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang kuat dalam menerapkan CTL.
- Hal ini membutuhkan pelatihan dan
pengembangan profesional yang berkelanjutan.
b. Efisiensi Waktu
- CTL dapat membutuhkan waktu lebih lama
dibandingkan metode pembelajaran tradisional.
- Guru perlu pandai mengelola waktu dan
menjaga fokus pembelajaran.
c. Manajemen Kelas
- Menciptakan kelas yang kondusif dalam
CTL, terutama saat pembelajaran di luar kelas, dapat menjadi tantangan.
- Guru perlu memiliki strategi manajemen
kelas yang efektif.
d. Pengawasan Ekstra
- Siswa yang belajar dengan CTL mungkin
membutuhkan pengawasan ekstra karena rasa ingin tahu mereka yang tinggi.
- Guru perlu memastikan keselamatan dan
fokus siswa selama proses belajar.
E. Kesimpulan
CTL merupakan suatu konsep
belajar di mana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan
mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Ditulis oleh Erda Erlina Putri (PE 2022 B)