Memahami Esensi Ekonomi Mikro: Dampaknya pada Pelaku Usaha Kecil dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Usaha kecil adalah perusahaan manufaktur yang dijalankan oleh satu orang atau badan hukum dan bukan merupakan anak perusahaan atau cabang dari perusahaan mana pun yang secara langsung atau tidak langsung dimiliki, dikendalikan, atau menjadi bagian dari perusahaan tersebut.Memiliki tenaga kerja 5 sampai 19 orang. Sebagai sektor ekonomi, UMKM telah banyak membantu pertumbuhan ekonomi, terutama meningkatkan kesetaraan pendapatan bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang sebagian besar berada di lingkup pekerja dengan tingkat pendidikan rendah dan menjadi ladang pekerjaan bagi karyawan yang produktif. Pengembangan UMKM dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas, menjajaki pasar, mentransfer pengetahuan dan teknologi serta mendukung industri kecil dan usaha di tingkat lokal.
Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah dengan berbagai inisiatif yang telah diluncurkan. Langkah penting adalah alokasi hingga Rp123,46 triliun pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dana ini bertujuan untuk mendukung UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 agar bisa pulih dan tumbuh kembali. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 juta kepada 3 juta penerima bantuan Presiden (Banpres) Tahap 2 untuk Usaha Manufaktur Mikro (BPUM) tahap 2. Langkah ini merupakan upaya nyata untuk memberikan dukungan kepada UMKM agar mampu bertahan dan berkembang dalam konteks perekonomian yang sulit.
Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM telah berkomitmen untuk menyalurkan kembali BPUM tahap 2 kepada 3 juta penerima tambahan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan UMKM terus berlanjut. Diharapkan kewirausahaan berbasis UMKM dapat naik kelas sebagai hasil dari berbagai keberpihakan pemerintah ini. Adoption teknologi digital juga diharapkan dapat memasifkan, memberikan akses yang lebih luas, dan membantu UMKM meningkatkan daya saing mereka dalam pasar yang semakin kompetitif. Diharapkan UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi yang lebih kuat, memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat dengan bantuan finansial dan dukungan lainnya dari pemerintah.
• Dampak UMKM Pada Pertumbuhan Ekonomian Lokal
Menurut Iskandar (2008:128), pendapatan nasional adalah informasi yang diperlukan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi sebuah Negara. Negara-negara yang sedang berkembang biasanya menggunakan Product Domestic Bruto (PDB), sedangkan Negara-negara yang telah maju biasanya menggunakan Gross National Product (GNP).
Ada empat komponen yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, menurut ahli-ahli ekonomi yaitu:
1. jumlah penduduk,
2. jumlah stok barang-barang modal,
3. luas tanah dankekayaan alam, dan
4. tingkat teknologi yang digunakan.
Ekonomiklasik fokus pada pengaruh pertambahan penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh banyak faktor.Menurut teori pertumbuhan, kekayaan alam dan luas tanah harus tetap sama, dan teknologi harus tetap sama.Suatu teori yang menjelaskan hubungan antara pendapatan per kapitadan populasi diusulkan, berdasarkan teori pertumbuhan klasik.
Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat 65,4 juta UMKM di Indonesia pada tahun 2019 yang mampu menyerap 123,3 ribu tenaga kerja, sehingga meningkatkan keterlibatan tenaga kerja pada UMKM akan membantu mengurangi tingkat pengangguran di negara ini. UMKM memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Usaha Mikro, Kecil , dan Menengah (UMKM) memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah Usaha Kecil Menengah ( UMKM ) memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah . Selain itu, UMKM memiliki rekam jejak yang kuat dalam menangani penelitian di seluruh dunia , menyumbang 60,5% PDB ( Produk Domestik Bruto) dan persentase hibah penelitian nasional yang sangat besar , atau 96,9% dari seluruh hibah untuk hibah penelitian .Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan BUMN , UMKM mampu menyumbang 97 persen dari total partisipasi angkatan kerja dan hingga 60,4 % investasi di Indonesia . Selain itu, UMKM memiliki rekam jejak yang kuat dalam menangani penelitian di seluruh dunia , menyumbang 60,5% PDB ( Produk Domestik Bruto) dan persentase hibah penelitian nasional yang sangat besar , atau 96,9% dari seluruh hibah untuk hibah penelitian.
Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja, dan program Bangga Buatan Indonesia (BBI). Partisipasi pekerja yang lebih besar di usaha kecil dan menengah akan membantu mengurangi jumlah pengangguran di negara ini. Selain itu, UKM juga mewakili pasar potensial bagi sektor jasa keuangan: mereka dengan cepat menemukan pasar ekspor potensial dan mengambil pinjaman dalam jumlah besar. Pemerintah Indonesia juga berupaya mendukung usaha kecil dan menengah melalui berbagai program seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), immbangan lebih lanjut dari usaha kecil dan menengah akan berkontribusi pada peningkatan perekonomian lokal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ditulis oleh Maychella Laurencia (PE 2023 B)
Referensi :
https://www.freepik.com/free-photo/side-view-smiley-people-with-food_34542249.htm#fromView=search&page=1&position=31&uuid=2abec1e2-143e-4ffb-bfff-bff46d25b578