Memahami Lebih Dalam tentang Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan merupakan bagian dari tugas pimpinan perusahaan dengan tanggung jawab utama berupa keputusan penting menyangkut investasi dan pembiayaan perusahaan. Jika dihubungkan dengan prinsip manajemen, aktivitas perolehan dan penggunaan dana untuk investasi dan pembiayaan perusahaan tersebut harus dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk itu diperlukan berbagai fungsi manajemen; fungsi perencanaan, pengarahan, dan pengendalian dalam menggunakan dan memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan. Adapun aktivitas investasi, pembiayaan, dan kebijakan deviden dari perusahaan ditangani oleh manajer keuangan.
Pengertian manajemen menurut beberapa para ahli :
1. Bambang Riyanto Manajemen keuangan merupakan semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berkaitan dengan upaya untuk memperoleh uang yang dibutuhkan dengan biaya serendah mungkin, syarat-syarat yang membawa keuntungan maksimal serta memanfaatkan dana tersebut dengan cara paling efisien.
2. KD Wilson (2020:1)
Menjelaskan pengertian manajemen keuangan terutama melibatkan penggalangan dana dan pemanfaatannya secara efektif dengan tujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham.
3. Sutrisno (2017:3)
Menurut Sutrisno, manajemen keuangan merupakan semua aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan pembelanjaan yang terdiri dari tiga usaha, yaitu:
a. Usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah.
b. Usaha untuk menggunakan data tersebut secara efisien.
c. Dan efisiensi pengalokasian dana dalam kegiatan usaha.
Pentingnya Manajemen Keuangan
Mengapa manajemen keuangan itu penting? Sebelumnya, kita perlu memahami tiga pilar tata kelola fiskal yang sehat.
1. Menyusun strategi, atau mengidentifikasi hal-hal yang diperlukan perusahaan secara finansial untuk mencapai tujuannya, baik jangka pendek maupun panjang. Misalnya, Seorang pemimpin perusahaan memerlukan wawasan terkait kinerja saat ini untuk perencanaan masa depan.
2. Mengambil keputusan, atau membantu pemimpin bisnis dalam memutuskan cara terbaik dalam melaksanakan rencana lewat penyediaan laporan keuangan terkini dan data-data yang relevan.
3. Mengontrol atau memastikan kontribusi setiap departemen yang ada pada visi dan operasi perusahaan sesuai dengan anggaran dan sejalan dengan strategi.
Tujuan Manajemen Keuangan
Berdasarkan pilar-pilar di atas, perusahaan perlulah dibantu dengan manajemen keuangan yang baik. Berikut beberapa tujuan manajemen keuangan:
1. Memaksimalkan keuntungan dengan memberi wawasan. Contohnya, wawasan terkait kenaikan biaya bahan baku yang dapat memicu kenaikan harga pokok penjualan.
2. Melacak likuiditas dan arus kas untuk memastikan bahwa perusahaan punya cukup uang untuk memenuhi kewajiban.
3. Memastikan perusahaan patuh terhadap peraturan negara hingga industri.
4. Mengembangkan skenario keuangan berdasarkan keadaan bisnis sekarang dan prediksi terkait berbagai hasil berdasarkan kemungkinan kondisi pasar di masa depan.
5. Interaksi yang efektif dengan investor dan direksi.
Fungsi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan sangat berfungsi penting untuk pengadaan dana, alokasi sumber daya keuangan, dan pemanfaatan dana.
1. Mengontrol dan Membuat Keputusan Manajer keuangan memikul tanggung jawab utama untuk membuat keputusan dan mengendalikan keuangan. Melalui berbagai teknik, mereka bersiap menghadapi potensi ancaman.
2. Merencanakan Keuangan Pengambilan keputusan juga mencakup perencanaan kegiatan dan sumber daya keuangan. Manajer dapat menggunakan informasi yang tersedia untuk mengukur prioritas dan kebutuhan usaha. Mereka juga menganalisis situasi ekonomi secara keseluruhan untuk merencanakan anggaran dan membuat keputusan yang sesuai.
3. Mengalokasikan Sumber Daya Manajer perlu memastikan bahwa semua sumber daya keuangan digunakan dengan cara yang tepat. Mereka juga perlu mengawasi investasi bisnis berlangsung dengan efektif dan efisien. Alokasi yang tepat dari sumber daya keuangan mengarah pada profitabilitas jangka panjang.
4. Mengelola Arus Kas Manajer memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengelolaan kas. Dengan kata lain, mereka perlu memastikan bahwa organisasi mampu memenuhi biaya operasional dan keadaan darurat. Ini dilakukan dengan memeriksa apakah bisnis memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup.
5. Mengakuisisi dan Melakukan Merger Sebuah perusahaan dapat mengambil giliran strategis kritis untuk mempertahankan relevansi di pasar yang kompetitif. Bisnis dapat berkembang dengan mengakuisisi bisnis baru atau melalui merger, ketika mereka masuk ke bisnis baru. Keputusan semacam itu berkaitan dengan penilaian sekuritas yang kompleks, dan manajer keuangan adalah orang yang mengawasi proses tersebut.
6. Penganggaran Modal Penganggaran modal mengacu pada keputusan yang melibatkan investasi dalam saham atau obligasi, antara lain membangun pabrik baru dan membeli peralatan baru. Manajer keuangan perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan sebelum perusahaan memutuskan untuk menginvestasikan sejumlah besar modal.
Prinsip Manajemen Keuangan
Berikut 7 prinsip manajemen keuangan yang perlu diketahui sebelum menerapkannya:
1. Konsistensi Kebijakan sistem dan keuangan dalam perusahaan haruslah konsisten di setiap saat.
2. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau legal. Terdapat kewajiban operasional, moral, dan legal bagi perusahaan untuk menjelaskan seluruh keputusan dan tindakan yang telah diambil. Dengan kata lain, perusahaan harus bisa menjelaskan cara mereka menggunakan sumber daya. Sebab, stakeholder berhak untuk tahu bagaimana dana atau hak mereka digunakan.
3. Transparansi Perusahaan harus terbuka dalam menyediakan informasi terkait aktivitasnya. Hal ini juga termasuk menyediakan laporan keuangan yang akurat, dapat diakses dengan mudah bagi stakeholder, serta menampilkan keuntungan. Jika perusahaan tidak transparan, artinya ada sesuatu yang disembunyikan, termasuk terkait keuangannya.
4. Kelangsungan Hidup Seorang manajer keuangan wajib dapat merencanakan keuangan yang ditugaskan padanya agar perusahaan dapat terus berjalan, alias hidup.
5. Standar Akuntansi Setiap perusahaan haruslah memiliki sistem akuntansi yang sama. Sistem ini pun harus diberlakukan. Artinya, semua akuntan secara internasional dapat memahami dan mengerti sistem akuntansi yang sama ini.
6. Pengelolaan Dalam manajemen akuntansi, pengelolaan keuangan juga harus bisa dilakukan perusahaan dengan tepat dan ampuh.
7. Integritas Integritas catatan dan laporan terkait keuangan perusahaan juga harus dijaga dengan baik. Dengan kata lain, catatan-catatan ini harus dibuat dengan dapat dipahami, lengkap, dan akurat.
Kesimpulan
Manajemen keuangan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan pribadi maupun perusahaan. Manajemen keuangan yang baik membantu organisasi dan individu mencapai stabilitas keuangan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mencapai tujuan jangka panjang. Ini memerlukan kombinasi dari perencanaan yang cermat, pengendalian yang ketat, pengelolaan risiko yang efektif, dan keputusan investasi serta pendanaan yang bijaksana. Kita perlu mempelajari manajemen keuangan secara umum terlebih dahulu untuk dapat mengimplementasikannya dalam kegiatan perusahaan.