PENGARUH HARGA TERHADAP PERMINTAAN: ANTARA TEORI DAN REALITA
Harga sebagai Penggerak Utama Pasar
Dalam ilmu ekonomi, salah satu faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah harga. Harga menjadi penentu seberapa besar jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh masyarakat. Fenomena ini dikenal dengan hukum permintaan, yaitu ketika harga naik maka jumlah barang yang diminta cenderung turun, sebaliknya ketika harga turun maka jumlah barang yang diminta meningkat (Mankiw, 2018; Sukirno, 2016).
Mengenal Dasar Teori: Huksum Permintaan dalam Ekonomi
Permintaan dapat didefinisikan sebagai jumlah barang atau jasa yang diinginkan konsumen pada tingkat harga tertentu dalam periode waktu tertentu (Sukirno, 2016). Hukum permintaan menjelaskan adanya hubungan negatif antara harga dan jumlah barang yang diminta, ceteris paribus (Lipsey & Chrystal, 2015).
Artinya, semakin tinggi harga, semakin sedikit jumlah barang yang diminta, karena daya beli konsumen terbatas. Sebaliknya, semakin rendah harga, semakin besar kemungkinan konsumen untuk membeli dalam jumlah lebih banyak (Mankiw, 2018).
Lebih dari Harga: Faktor Lain yang Membentuk Permintaan
Selain harga, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat mempengaruhi permintaan masyarakat, di antaranya:
1. Pendapatan konsumen – semakin tinggi pendapatan, semakin besar daya beli.
2. Selera atau preferensi – tren dan gaya hidup dapat meningkatkan atau menurunkan permintaan.
3. Harga barang substitusi – jika harga barang pengganti lebih murah, konsumen bisa beralih.
4. Harga barang komplementer – barang yang digunakan bersama, misalnya bensin dan kendaraan.
5. Ekspektasi masa depan – harapan terhadap harga di masa depan juga memengaruhi keputusan konsumsi (Samuelson & Nordhaus, 2010; Mankiw, 2018).
Namun, di antara semua faktor tersebut, harga sering kali menjadi faktor paling dominan karena secara langsung berkaitan dengan daya beli konsumen (Sukirno, 2016).
Dari Teori ke Praktik: Kasus Lonjakan Harga Cabai
Sebagai contoh nyata, harga cabai rawit di pasar tradisional sering kali melonjak drastis saat musim paceklik. Kenaikan harga ini membuat konsumen cenderung mengurangi pembelian cabai atau mencari alternatif lain, seperti cabai keriting maupun cabai bubuk. Fenomena tersebut menjadi bukti nyata bagaimana hukum permintaan bekerja: kenaikan harga menyebabkan penurunan jumlah barang yang diminta.
Harga sebagai Sinyal Ekonomi
Pengaruh harga terhadap permintaan merupakan inti dari teori ekonomi mikro (Mankiw, 2018; Sukirno, 2016). Hubungan terbalik antara harga dan jumlah permintaan berlaku dalam banyak situasi di pasar. Pemahaman ini penting, baik bagi produsen untuk menentukan strategi harga yang tepat, maupun bagi konsumen dalam mengatur pola belanja sesuai kemampuan daya beli.
Ditulis oleh Yollanda Andiantara Rivera (PE 2025 B)
Referensi :
- Lipsey, Richard G., & Chrystal, Alec. (2015). Economics. Oxford: Oxford University Press.
- Mankiw, N. Gregory. (2018). Principles of Economics (8th Edition). Boston: Cengage Learning.
- Samuelson, Paul A., & Nordhaus, William D. (2010). Economics (19th Edition). New York: McGraw-Hill.
- Sukirno, Sadono. (2016). Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
- gambar: https://id.pinterest.com/pin/435793701427895257/