PHK Massal dan Implimikasinya terhadap Inflasi, Pengangguran, dan Kemiskinan di Indonesia
Fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan dalam dunia ketenagakerjaan di Indonesia, terutama pada periode 2023-2024. Meskipun indikator makroekonomi seperti tingkat pengangguran dan angka kemiskinan relatif stabil, gelombang PHK yang melibatkan banyak perusahaan menimbulkan risiko serius bagi kestabilan ekonomi nasional. Krisis ekonomi yang terjadi memperlebar kesenjangan antara jumlah lapangan kerja yang tersedia dan pertumbuhan angkatan kerja baru, sehingga menyebabkan peningkatan pengangguran. Dampak PHK massal tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan sosial para pekerja yang kehilangan pekerjaan, seperti stres dan ketidakpastian masa depan.
PHK massal memberikan dampak luas terhadap perekonomian, termasuk peningkatan pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Konsep efek multiplier menjelaskan bagaimana penurunan pendapatan akibat PHK mengurangi konsumsi masyarakat, yang kemudian menurunkan permintaan barang dan jasa. Penurunan permintaan ini menyebabkan produksi menurun dan memicu PHK tambahan, menciptakan siklus negatif yang berkelanjutan. Sektor padat karya seperti Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menjadi yang paling rentan, terutama bagi pekerja dengan pendidikan dan keterampilan rendah yang berisiko jatuh ke dalam kemiskinan.
Secara teori, hubungan antara inflasi dan pengangguran seringkali bersifat terbalik, seperti yang dijelaskan dalam Kurva Phillips dan teori pasar tenaga kerja Lipsey. Namun, dalam konteks PHK massal, kehilangan pekerjaan dan pendapatan justru meningkatkan angka kemiskinan karena kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Inflasi yang tinggi juga memaksa masyarakat untuk berhemat, yang pada gilirannya dapat memperburuk PHK dan penurunan produksi, sehingga memperparah kelangkaan barang dan inflasi. Oleh karena itu, inflasi yang berlebihan dapat memperburuk kondisi ekonomi yang sudah tertekan akibat PHK massal.
Penyebab utama gelombang PHK massal meliputi perlambatan ekonomi global, penurunan permintaan ekspor, transformasi teknologi dan otomatisasi yang mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual, serta restrukturisasi perusahaan untuk efisiensi. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kebijakan yang menyeluruh dan terintegrasi. Program perlindungan sosial seperti bantuan tunai dan jaminan pengangguran menjadi langkah awal untuk menjaga konsumsi minimum. Selain itu, pelatihan dan pengembangan keterampilan (reskilling dan upskilling) yang sesuai dengan kebutuhan industri modern sangat penting untuk meningkatkan kemampuan kerja para pekerja terdampak.
Untuk mengurangi risiko jangka panjang, pemerintah harus fokus pada penciptaan lapangan kerja baru melalui stimulus ekonomi dan investasi infrastruktur, terutama di sektor-sektor yang memiliki potensi penyerapan tenaga kerja tinggi seperti ekonomi digital, ekonomi hijau, dan industri kreatif. Penguatan ekosistem UMKM juga penting sebagai penyerap tenaga kerja dan pencipta lapangan kerja baru. Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, serta pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan, akan memastikan efektivitas program dalam mengurangi dampak negatif PHK massal terhadap ekonomi dan stabilitas sosial Indonesia.
Ditulis oleh Tiara Dwi Aprilia (PE 2025 D)
Referensi :
- Nursalamah, Kartika Nurrosidah, Mayla Tania, Julia Rahma Sahara, & Suci Hayati. (2025). ANALISIS KORELASI ANTARA LAJU INFLASI DAN TINGKAT PENGANGGURAN AKIBAT PHK MASSAL. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 3(5), 1097-1110. https://j-economics.my.id/index.php/home/article/view/515
- Mariana, W. I. (2025). GELOMBANG PHK SEBAGAI ANCAMAN NYATA TERHADAP PENINGKATAN KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA. A-Hasyimiyah, 1(1), 26-41. http://e-journal.staisiak.ac.id/index.php/al-hasyimiyiah/article/view/109
- https://www.freepik.com/free-photo/medium-shot-man-holding-sign_11386114.htm#fromView=search&page=1&position=33&uuid=dcc7faa6-7be3-472d-ab54-9f3725e9d807&query=cut+off+employee