POLA PERILAKU KONSUMEN DI ERA DIGITAL

Era digital adalah era dimana semua kegiatan dapat dilakukan secara digital. Diera ini banyak perubahan besar yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia diantaranya seperti, bidang komunikasi, finansial teknologi, aplikasi dalam bisnis, e-commerce, dan aspek lainnya. Era digital begitu cepat berkembang hingga tidak terdapat batasan didalamnya. Pada dasarnya manusia sendirilah yang selalu menuntut segala hal menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien. Tidak luput dari perubahan, cara konsumen berinteraksi dengan merek, produk, dan layanan juga ikut terpengaruh. Fenomena ini tidak hanya mempengaruhi individu secara personal, tetapi juga memberikan dampak yang cukup besar pada dinamika pasar secara keseluruhan. Dalam konteks ekonomi mikro, memahami dan mengikuti pola perilaku konsumen di era digital menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk tetap relevan dalam bersaing. Maraknya berbagai platform e-commerce yang muncul dan menawarkan berbagai produk, membuat secara tidak langsung menggeser fungsi pasar konvensional. Alasan utama konsumen beralih pada belanja online tidak lain karena kenyamanan. Belanja online memungkinkan konsumen menelusuri dan membeli produk dari rumah atau dimana saja tanpa harus melakukan perjalanan ke toko fisik. Kenyamanan ini terutama menarik bagi konsumen sibuk yang tidak mempunyai waktu untuk mengunjungi toko fisik. Alasan lain kenapa orang berbelanja online adalah kemampuan membandingkan produk dan harga antar penjual yang ada dalam e-commerce. Kemampuan untuk membandingkan harga dan produk yang dilakukan konsumen membuat meningkatnya persaingan antar penjual atau pengecer. Yang berarti setiap penjual harus mengetahui harga pesaing. Dan juga mencoba memangkas biaya sebisa mungkin untuk mendorong lebih banyak penjualan untuk produk mereka.
Studi perilaku konsumen difokuskan pada cara individu membuat keputusan dengan memanfaatkan sumber daya mereka, seperti waktu, uang, dan usaha, untuk membeli barang-barang yang akan dikonsumsi. Perilaku konsumen melibatkan persepsi, sikap, dan preferensi terhadap produk. Persepsi mencerminkan bagaimana konsumen merasakan produk atau jasa berdasarkan pengalaman sebelumnya, yang dapat memengaruhi niat perilaku konsumen di masa depan. Sikap konsumen terbentuk oleh pengetahuan, harapan, keyakinan, emosi, perasaan, pendapat, dan keinginan sebelumnya, dan dapat dipengaruhi oleh komunikasi perusahaan serta lingkungan sosial seperti keluarga, teman, dan kelompok referensi. Memahami kebutuhan, keinginan, proses pembelian, serta faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumen adalah aspek penting bagi perusahaan untuk memenuhi ekspektasi pasar mereka. Keberhasilan pemasar dalam mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian sangat tergantung pada seberapa baik mereka memahami perilaku konsumen pada pemasaran digital.
Berikut adalah perubahan yang terjadi pada perilaku manusia dalam melakukan konsumsi akibat dari tekologi-teknologi yang berkembang:
1. Perubahan ekspektasi konsumen
Dengan diperkenalkannya perdagangan elektronik atau yang sering kita sebut sebagai e-commerce, pelanggan dapat mengases produk dengan cepat dan efisien, sehingga ekspektasi konsumen menjadi lebih tinggi terhadap layanan yang mereka terima. Membuat pelaku bisnis mau tidak mau menyesuaikan dengan perubahn perilaku dari konsumen atau jika tidak terancam keluar dari bisnis. Pada saat ini konsumen memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kekuatan yang mereka miliki, dan mereka akan menggunakan kekuatan tersebut jika merasa tidak puas dengan layanan yang diberikan. Ungkapan ketidakpuasan pelanggan melalui media sosial contohnya, dapat berdampak negatif pada persepsi pelanggan lain terhadap produk dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pelaku bisnis untuk responsif terhadap umpan balik pelanggan dan menghadirkan layanan yang memuaskan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.
2. Saluran komunikasi baru
Sebelum e-commerce ada, perusahaan menyediakan layanan pelanggan melalui email dan panggilan telepon. Namun saat ini muncul platform media sosial dan live chat yang menempatkan penjual produk atau jasa tepat di depan pelanggan. Setiap respons yang diberikan oleh perusahaan kini menjadi lebih krusial, dikarenakan dapat memengaruhi reputasi merek di mata jutaan orang, mengingat bagaimana informasi tersebut dapat diakses dengan mudah. Di sisi lain, kehadiran media sosial dan layanan live chat juga memiliki dampak positif. Dimana perusahaan menjadi memiliki akses ke basis data yang lebih luas, sehingga dapat digunakan dengan cepat untuk tujuan penelitian dan pengembangan produk.
3. Dompet digital
Maraknya e-commerce membuat metode pembayaran yang dilakukan konsumen saat melakukan pembayaran baik secara offline maupun online ikut beralih dari tunai menjadi dompet digital atau e-wallet. Dompet digital menjadi lebih populer dan sering digunakan karena dianggap lebih nyaman, aman, mudah, dan cepat, sehingga menjadi lebih efisien dan efektif ketika digunakan untuk bertransaksi.
4. Pengaruh media sosial
Sebelum berbelanja kebanyakan dari konsumen memiliki kebiasaan untuk mencari reverensi produk yang mereka inginkan di platform media sosial atau para influencer. Sehingga kehadiran dan reputasi perusahaan dimedia sosial dapat memiliki dampak besar terhadap citra ]produk perusahaan dan keputusan konsumen.
Digitalisasi telah membuka banyak peluang baru bagi perusahaan, akan tetapi perkembangan teknologi juga membawa tantangan tersendiri bagi perusahaan. Perusahaan perlu terus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tren konsumen yang cepat, serta menghadapi persaingan yang ketat dari para pesaing baru di pasar digital. Perilaku konsumen di era digitalisasi yang terus berkembang dengan kemajuan teknologi. Untuk tetap relevan dan bersaing dalam pasar yang berubah dengan cepat ini, perusahaan perlu memahami dan merespons perubahan perilaku konsumen dengan cepat. Dengan memanfaatkan teknologi secara efektif, meningkatkan personalisasi pengalaman pengguna, dan membangun kehadiran yang kuat di media sosial, perusahaan dapat memenangkan hati konsumen dan mencapai keunggulan kompetitif dalam era digitalisasi yang terus bergerak maju.
Ditulis oleh Ananda Intan Shalsabhila (PE 2023 B)
Referensi :
(Aulia, 2020)(Siregar, 2022)(Mentor, n.d.)(Irwansyah, 2021)(Ardani, 2022)(Kanuk & Sciffhman, 2007)
Ardani, W. (2022). Pengaruh Digital Marketing Terhadap Perilaku Konsumen. Jurnal Tadbir Peradaban, 2(1), 40–47. https://doi.org/10.55182/jtp.v2i1.102
Aulia, S. (2020). Pola Perilaku Konsumen Digital Dalam Memanfaatkan Aplikasi Dompet Digital. Jurnal Komunikasi, 12(2), 311. https://doi.org/10.24912/jk.v12i2.9829
Irwansyah, et al. (2021). Perilaku Konsumen. In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents.
Kanuk, L. L., & Sciffhman, L. (2007). Perilaku Konsumen.
Mentor, K. P. (n.d.). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title.
Siregar, Y. B. (2022). Evolusi Perilaku Konsumen Di Era Digital. 1–31. https://id.wikipedia.org/
https://www.freepik.com/free-photo/woman-holding-paper-bag_187222877.htm#fromView=search&page=2&position=2&uuid=37d71928-0f96-45eb-ba17-46a1699a1102