Strategi Pemasaran Usaha Kecil dan Menengah di Era Digital

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Strategi adalah rencana terencana dan sistematis yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu dalam situasi tertentu. Ini melibatkan pemikiran jangka panjang, perencanaan taktis, dan penggunaan sumber daya yang efisien untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pemasaran adalah proses memasarkan suatu barang dengan tujuan untuk mempopulerkannya di kalangan masyarakat dengan dukungan penuh dari pemerintah. Strategi pemasaran juga diartikan sebagai seperangkat tujuan, ketentuan yang memandu upaya pemasaran suatu perusahaan dari waktu ke waktu, pada setiap tingkatan, serta standar alokasi perusahaan. Terutama sebagai tanggapan pada lanskap persaingan yang terus berkembang.
UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil dan Menengah. Mereka adalah bisnis dengan skala yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar, tetapi memiliki peran penting dalam perekonomian dengan menyediakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Di Indonesia, usaha kecil menengah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian, Jenis usaha ini dijalankan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau afiliasi dari perusahaan besar . Menurut UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, usaha kecil dideskripsikan sebagai kegiatan ekonomi produktif yang mandiri. Usaha kecil dan menengah bukan merupakan anak perusahaan atau cabang dari perusahaan menengah atau besar. Perekonomian suatu negara tergantung dengan upaya masyarakatnya. Dukungan pemerintah sangat berarti bagi usaha kecil dan menengah agar dapat menjadi usaha yang berkembang pesat.
Era digital adalah periode di mana teknologi informasi dan komunikasi seperti internet, komputer, dan perangkat mobile. Teknologi memainkan peran utama dalam kehidupan sehari-hari seperti bisnis dan masyarakat secara keseluruhan. Ini ditandai dengan transformasi besar-besaran dalam cara kita berkomunikasi, bekerja, berbelanja, dan mengakses informasi. Munculnya teknologi dan persaingan bisnis yang kuat membuat UKM mempunyai strategi pemasaran yang kuat dan jelas untuk bersaing dengan para pesaingnya. Berbeda dengan sektor komersial mereka cenderung membuat strategi pematokan harga untuk bersaing di pasar. Aplikasi teknologi juga banyak digunakan dalam industri kuliner, fashion dan pariwisata, melalui website dan jejaring sosial untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan pelanggan dan masyarakat. Teknologi digital telah membuka pintu bagi usaha kecil dan menengah untuk mengakses pasar global melalui platform e-commerce seperti Tokopedia, bukalapak dan shopee. Hal ini menjadi peluang bagi UKM untuk memperluas jangkauan produknya di luar negeri, meningkatkan pendapatan dan mencapai pertumbuhan yang lebih luas .
Pemasaran UKM di era digital memiliki dampak positif dan juga dampak negatif .
Dampak positif :
1. Akses ke pasar yang lebih luas : Dengan menggunakan platform digital, UKM dapat menjangkau pasar yang lebih besar dan potensial di berbagai wilayah, bahkan secara global.
2. Biaya Pemasaran Lebih Rendah : Berbagai platform seperti media sosial memungkinkan UKM memasarkan produknya dengan biaya yang lebih terjangkau seperti promosi melalui media cetak atau televisi.
3. Melacak serta menganalisis kinerja : Dengan alat analisis digital, UKM dapat melacak dan menganalisis efektivitas kampanye pemasaran mereka dengan lebih baik sehingga memungkinkan mereka menyesuaikan strategi secara real-time.
Namun ada juga dampak negatif :
1. Persaingan yang ketat : Dengan semakin mudahnya memasuki pasar digital persaingan antar UKM semakin ketat sehingga menyebabkan beberapa UKM kesulitan menarik perhatian konsumen.
2. Rentan terhadap perubahan algoritme : Perubahan algoritme platform digital seperti Facebook atau Google dapat berdampak signifikan terhadap visibilitas dan kinerja kampanye pemasaran UKM .
3. Ancaman keamanan data : Penggunaan platform digital juga membawa risiko keamanan data seperti kebocoran informasi pelanggan atau serangan peretasan yang dapat membahayakan situasi keuangan dan reputasi usaha kecil dan menengah.
Penting bagi UKM untuk memahami dampak positif dan negatif pemasaran di era digital dan mengambil langkah yang tepat untuk memanfaatkannya secara efektif sambil meminimalkan risiko yang ada.
Usaha kecil dan menengah harus memanfaatkan teknologi dan platform digital secara maksimal untuk mencapai tujuan pemasaran mereka. Adapun beberapa poin penting yang pertama adalah memahami target pasar, UKM perlu memahami siapa target pasarnya di era digital ini. Hal ini mencakup penelitian terhadap preferensi, perilaku, dan kebutuhan konsumen terkait produk atau layanan yang mereka tawarkan. Kedua, dalam menciptakan kehadiran online, kehadiran online menjadi penting di era digital. Usaha kecil dan menengah membutuhkan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan mereka. Ketiga, konten yang berkualitas, relevan, informatif dan menarik sangat penting untuk menarik minat konsumen UKM dapat memanfaatkan blog, video, gambar, dan konten lainnya untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Keempat, UKM optimasi mesin pencari (SEO) perlu memahami pentingnya SEO untuk meningkatkan visibilitas online mereka. Ini termasuk penggunaan kata kunci yang relevan mengoptimalkan halaman web dan membangun tautan berkualitas. Kelima adalah pemasaran melalui jejaring sosial. Jejaring sosial adalah platform yang sangat efektif untuk berkomunikasi dengan konsumen dan mempromosikan produk dan layanan. UKM harus beroperasi pada platform yang sesuai dengan audiensnya dan membuat konten yang menarik. Kegunaan pemasaran email yang keenam, pemasaran email tetap menjadi strategi efektif untuk berkomunikasi dengan prospek dan pelanggan saat ini. UKM harus memastikan bahwa kampanye email mereka relevan, dipersonalisasi, dan memberikan nilai tambah bagi penerimanya. Ketujuh, dalam hal analisis dan pengukuran kinerja penting bagi UKM untuk terus memantau dan menganalisis efektivitas strategi pemasaran mereka. Ini termasuk metrik pelacakan seperti lalu lintas situs web, tingkat konversi, dan tingkat keterlibatan media sosial. Kedelapan, fleksibel dan adaptif, di era yang semakin digital usaha kecil dan menengah harus fleksibel dan siap beradaptasi terhadap perubahan tren dan teknologi baru. Mereka harus bersedia menguji strategi baru dan mengubah pendekatan mereka berdasarkan kebutuhan pasar. Dengan menggabungkan semua itu, UKM dapat mengembangkan strategi pemasaran yang efektif di era digital untuk meningkatkan keberhasilan bisnis mereka.
Ditulis oleh Nabila Rihadatul Aisi (PE 2023 B)
Referensi :
Djogo, O. (2022). Strategi Manajemen Pemasaran Dalam Era Digital Pada Masa Sekarang. Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi, 13(1), 43-47.
Febriyantoro, M. T., & Arisandi, D. (2018). Pemanfaatan digital marketing bagi usaha mikro, kecil dan menengah pada era masyarakat ekonomi ASEAN. JMD: Jurnal Riset Manajemen & Bisnis Dewantara, 1(2), 61-76.
Syukri, A. U., & Sunrawali, A. N. (2022). Digital marketing dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. KINERJA: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 19(1), 170-182.
Indonesia, K. B. B., & Ketiga, E. (2008). Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Pusat Bahasa.
https://www.freepik.com/free-photo/desk-office-with-online-marketing-business-concept_902850.htm#fromView=search&page=1&position=24&uuid=02dca138-40eb-47cc-b538-190800d366a6