TEKNOLOGI PODUKSI PASCA PANDEMI PENGARUH PANDANGAN DAN TANTANGAN UMKM
UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional serta menggunakan sebagian besar tenaga kerja. Namun, pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak serius berupa penurunan penjualan, gangguan rantai pasok, hingga keterbatasan aktivitas produksi.
Dalam konteks pasca pandemi,
teknologi produksi menjadi sangat penting agar UMKM dapat beradaptasi dengan
kebutuhan pasar yang semakin moderen. Teknologi produksi di sini tidak hanya
berupa mesin modern, tetapi juga sistem manajemen berbasis digital, otomasi,
dan penerapan metode produksi yang lebih efisien serta ramah lingkungan.
- Peran teknologi produksi pasca
pandemi.
Teknologi digital
membantu UMKM mengurangi biaya operasional serta mempercepat proses produksi.
Penggunaan aplikasi manajemen produksi dan otomasi terbukti meningkatkan
kinerja pasca pandemi.
Selan itu, penerapan
teknologi memungkinkan UMKM menghasilkan produk yang lebih konsisten
kualitasnya. Misalnya, UMKM Ecoprint memanfaatkan teknologi informasi untuk
mengembangkan desain produk yang lebih iovaiv dan kreatif.
Ada juga peranan akses
pasar yang lebih luas, digitalisasi produksi yang terhubung dengan pemasaran
online membuka peluang ekspansi pasar, bahkan hingga ke tingkat global. Contoh
nyata adalah UMKM Sulaman Indah Mayang di Pariaman yang berhasil meningkatkan
penjualan melalui penerapan teknologi.
- Tantangan yang dihadapi UMKN
●
Keterbatasan modal, biaya investasi untuk mesin
produksi moderen masih memberratkan
●
Literasi digital yang rendah, Banyak pelaku UMKM
kesulitan mengoperasikan teknologi berbasis digital.
● Infrastruktur Tidak Merata: Daerah pedesaan masih terkendala akses internet Dampak Sosial: Otomatisasi berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual sehingga memerlukan pelatihan ulang (reskilling).Dampak Sosial: Otomatisasi berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual sehingga memerlukan pelatihan ulang (reskilling).
3.
Kasus nyata di
Indonesia
● UMKM Ecoprint Bandung
berhasil meningkatkan kualitas dan daya saing produk dengan mengintegrasikan
teknologi produksi.
● Sulaman Indah Mayang,
Pariaman: mampu meningkatkan volume penjualan dengan digitalisasi pasca
pandemi.
●
Cafe Taman Teduh, Semarang: menggunakan metode
Activity Based Costing untuk mengukur biaya produksi lebih akurat, sehingga
efisiensi meningkat.
Teknologi produksi pasca pandemi
memiliki peran penting dalam pemulihan dan pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Peluang besar terbuka dalam hal efisiensi, inovasi, dan perluasan pasar. Namun,
tantangan terkait modal, literasi teknologi, dan infrastruktur digital masih
perlu diatasi. Pemerintah, akademisi, dan sektor swasta harus berkolaborasi
untuk memberikan dukungan berupa akses pembiayaan, pelatihan digital, dan
pembangunan infrastruktur agar UMKM mampu bertransformasi secara berkelanjutan.
Ditulis oleh Veronika Hingir Rongan (25 PE C)
Refensi :
1. Tahwin, M., &
Damayanti, A. I. (2025). Digital Leadership and Organizational Performance: The
Mediating Role of Innovation Capability and IT Capability in MSMEs. EKOMA:
Jurnal Ekonomi dan Manajemen.
https://doi.org/10.56799/ekoma.v4i3.6761
2. Mahmudi, A. A., Sari, D.
A., & Pitaloka, W. D. (2024). Implementasi Teknologi Informasi dan
Manajemen Usaha UMKM Ecoprint untuk Peningkatan Daya Saing. Jurnal Abdimas
Kewirausahaan Kreatif.
https://journal.unjani.ac.id/index.php/jkwk/article/view/655
3. Irja, I., & Rahmat,
F. (2025). Peran Pelaku UKM dalam Meningkatkan Volume Penjualan Industri
Kreatif Fesyen pada Usaha Sulaman Indah Mayang di Kota Pariaman. Arus Jurnal
Sosial dan Humaniora.
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i1.1194
4. Pangondian, A. R.
(2024). Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Activity Based Costing
System dalam Menentukan Laba Produk pada Cafe Taman Teduh. Universitas Katolik
Parahyangan Repository.
https://repository.unpar.ac.id/handle/123456789/19392
5. FOTO https://share.google/images/NLmIos40kFlpoOHdb